MENDONGKRAK MINAT SEKOLAH DAN MINAT BELAJAR 

DENGAN “OBENG KENGKENG “ DI SDN 5 KALIKUNING

KECAMATAN TULAKAN KABUPATEN PACITAN


Salah satu tantangan terberat bagi dunia pendidikan di Indonesia pada era globalisasi adalah menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, jujur, unggul, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki spirit nasionalisme kebangsaan. Pemerintah secara terus-menerus mengusahakan  dan  menyelenggarakan  satu  sistem pendidikan  nasional  yang  mampu menjamin   pemerataan   kesempatan   pendidikan,   peningkatan   mutu,   relevansi,   dan efisiensi manajemen pendidikan. Usaha yang dilakukan pemerintah dalam upaya menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Sala satu   upay pemerinta untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah mendorong kepala sekolah agar memiliki kompetensi dan mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam memimpin sekolahnya. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala sekolah. Selain Kepala Sekolah g dan paling penting dalam pendidikan fo drmal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Di sekolah guru merupakan unsur yang sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pendidikan selain unsur murid dan fasilitas lainnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Guru merupakan ujung tombak pendidikan sebab secara langsung berupaya mempengaruhi, membina dan mengembangkan peserta didik, sebagai ujung tombak, guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik, pembimbing dan pengajar dan kemampuan tersebut tercermin pada kompetensi guru. Kehadiran guru dalam proses pembelajaran di sekolah masih tetap memegang peranan yang penting. Peran tersebut belum dapat diganti dan diambil alih oleh apapun.

Selain Kepala Sekolah guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Di sekolah guru merupakan unsur yang sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pendidikan selain unsur murid dan fasilitas lainnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Guru merupakan ujung tombak pendidikan sebab secara langsung berupaya mempengaruhi, membina dan mengembangkan peserta didik, sebagai ujung tombak, guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik, pembimbing dan pengajar dan kemampuan tersebut tercermin pada kompetensi guru. Kehadiran guru dalam proses pembelajaran di sekolah masih tetap memegang peranan yang penting. Peran tersebut belum dapat diganti dan diambil alih oleh apapun. Hal ini disebabkan karena masih banyak unsur-unsur manusiawi yang tidak dapat diganti oleh unsur lain. Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. (Wijaya dan Rusyan, 1994). 

       

Permasalahan di SDN 5 Kalikuning Tulakan Pacitan  adalah kurangnya minat untuk bersekolah dan minat untuk belajar yang berakibat    rendahnya kualitas pendidikan. Hal ini dapat diketahui dari hasil ujian prestasi belajar murid atau tingkat penguasaan murid terhadap materi pelajaran yang  tergolong rendah. Prestasi belajar murid sebagai salah satu  indikator kualitas pendidikan dipengaruhi oleh  berbagai komponen. Komponen-komponen dimaksud adalah (1) siswa;  (2)  guru  sebagai  tenaga  pendidik;  (3)  administrasi;  (4)  kurikulum; (5)  keuangan; (6) sarana dan prasarana sebagai instrumental; (7) politik; (8) ekonomi; (9) sosial-budaya; dan (10) kependudukan.  Setiap   komponen   tersebut   saling   berinteraksi   selama   proses   pelaksanaan pendidikan berlangsung, untuk menghasilkan perubahan perilaku para siswa.

Salah  satu  komponen  sistem  pendidikan  yang  cukup  menentukan  prestasi  belajar siswa adalah guru, yakni menyangkut kualitas kemampuan mangajarnya. Prestasi belajar yang berkualitas merupakan hasil dari proses belajar-mengajar yang berkualitas. Proses belajar- mengajar yang berkualitas harus dikelola oleh guru-guru yang berkualitas pula. Guru yang berkualitas adalah guru yang memiliki kemampuan profesional yang memadai dalam hal merencanakan dan mengelola kegiatan belajar-mengajar, serta menilai hasil belajar siswa.

Para  pengamat pendidikan menilai bahwa  kualitas  kemampuan profesional guru  SD belum memadai. Karena itu perlu terus ditingkatkan. Berbagai studi tentang kualitas guru, menyimpulkan  bahwa  kemampuan  profesionalisme  guru  menguasai  bahan  pelajaran memberikan efek yang positif terhadap prestasi belajar. Di samping itu kualitas kemampuan profesionalisme guru ditentukan oleh berbagai variabel, diantaranya adalah pendidikan formal, keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik, dan status sosial ekonomi guru.

Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat umum yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina anak didik. Dalam meraih mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kinerja yang ditunjukkan guru. Kegiatan proses pembelajaran di SDN 5 Kalikuning Tulakan Pacitan ,masih kurang efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan.Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia.Suatu realita sehari-hari, di dalam suatu ruang kelas ketika sesi kegitan proses pembelajaran berlangsung, nampak beberapa atau sebagian besar siswa belum belajar sewaktu guru mengajar. Selama proses pembelajaran berlansung guru belum memberdayakan seluruh potensi dirinya, sehingga peserta didik belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Peserta didik belum belajar sampai pada tingkat pemahaman.

a.    Kekuatan (strong)

Sekolah Dasar Negeri 5 Kalikuning Kecamatan

Tulakan Kabupaten Pacitan secara internal memiliki

kekuatan antara  lain:

1)  Halaman sekolah  cukup

2)  Bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga dan

      Seni  Cukup baik.

3)  Dukungan wali murid cukup baik

4)  Sarana dan prasarana walaupun jumlahnya tidak

     Mencukupi  bisa  digunakan secara optimal.

b.     Kelemahan (weakness)

                        Beberapa kelemahan yang ada antara lain:

1.Sumber daya manusianya masih lemah,dan berpendidikan kurang

2. Lokasi SDN 5 Kalikuning  di pegunungan sehingga akses jalan ke   sekolah agak sulit  jauh dari jalan raya dan sulit dijangkau saat musim   hujan.

3.Implementasi delapan standar pendidikan nasional belum optimal, serta penataan dan arah pengembangan sekolah yang masih belum   jelas.

4.Sarana dan prasarana untuk meningkatkan bakat dan minat siswa  asih kurang misalnya untuk bidang olahraga , Seni dan Agama.

5.Masyarakat/wali murid bermata pencaharian sebagai petani yang hanya musim   setahun sekali sehingga banyak orang tua murid yang pergi ke  kota untuk bekerja

 

c.    Peluang (opportunity)

Meski masih memiliki banyak kelemahan, namun   Sekolah

Dasar  Negeri 5 Kalikuning  Kecamatan Tulakan Kabupaten

 Pacitan secara internal  memiliki peluang yang cukup

untuk dikembangkan diantaranya :

1)         Desa Kalikuning mendukung untuk kemajuan SDN  5 Kalikuning

2)     Hubungan unsur sekolah dan masyarakat cukup baik

3)  Stake holder (Dinas Pendidikan, Pengawas SD/MI,  KKKS Kecamatan dan Gugus) antusias dengan program pendidikan yang ada di kecamatan Tulakan.

4)   Masyarakat di sekitar sekolah senang dengan kegiatan

         olahraga seni dan keagamaan, (hal ini terlihat dari adanya lapangan sepakbola dusun yg bisa dipakai oleh SDN 5 kalikuning , dan  kegiatan lomba seni dan keagamaan di desa Kalikuning maupun di kecamatan)

 

d.     Ancaman (threat)

Selain adanya peluang yang cukup besar, posisi sekolah yang berdekatan dengan sekolah lain juga menimbulkan ancaman/hambatan yang harus diperhitungkandiantaranya yaitu adanya persaingan antar sekolah yang semakin tinggi serta tingkat kesadaran dan dukungan masyarakat akan pendidikan tinggi.

Selain itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan sekolah adalah :

1.  Motivasi guru untuk meningkatkan prestasi sekolah masih rendah

2.  Semakin berkurangnya sarana dan prasana (olahraga, kesenian dan keagamaan) karena rusak dan hilang.

3.  Dukungan orangtua untuk pendidikan yang lebih tinggi dari sekolah dasar (SLTP dan SLTA) masih rendah, hal ini terlihat dari minimnya siswa yang melanjutkan sekolah.

4.  Jalan dari pekon induk ke sekolah cukup sulit.

5.  Sebagian jarak rumah siswa dan sekolah cukup jauh mengingat letak sekolah terletak di daerah pegunungan.

 

Sekolah Dasar Negeri 5 Kalikuning  Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan yang akan dijadikan dasar untuk menentukan kebijakan adalah Mendongkrak minat sekolah dan minat belajar dengan mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan kegiatan lain seperti ekstra pramuka, olah raga seni dan keagamaan. ( Obeng Kengkeng ) sesuai prioritas lingkungan, fokus pengembangan pada bagaimana supaya minat anak anak lingkungan   didaerah itu untuk masuk ke SDN 5 Kalikuning , sedangkan siswa yang sudah ada di SDN 5 Kalikuning  ditingkatkan minat belajarnya supaya prestasi siswa baik akademik maupun non akademik meningkat. Untuk mendapatkan hasil optimal perlu penguatan dalam bidang manajerial kepala sekolah dengan titik fokus pada implementasi Manajemen pengelolaan  dalam bidang Optimalisasi kegiatan pembelajaran dengan implementasi yang hasilnya  dapat dilihat langsung oleh warga sekitar.

Sekolah dengan segala keterbatasan dan karakteristik keunggulan lokalnya lebih tepat jika diarahkan menuju Sekolah Berwawasan Lingkungan dengan strategi manajemen kemitraan terpadu.Artinya kerjasama antara sekolah dengan masyarakat, komite,steac hollder, pemangku jabatan dan dinas pendidikan harus ditingkatkan.Mudah mudahan usaha  kami ini mendapat ijin dan restu dari Tuhan Yang Maha Esa Amien.


Comments

  1. Sipp.. mantap .. saling berbagi saling support.. terus berkarya
    https://donyariwibowo2020.blogspot.com/?m=1

    ReplyDelete
  2. Siap.....makasih.......sukses selalu.....

    ReplyDelete
  3. Semangat terus, bagus. Sukses slalu mbak Yuli.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog